Kamis, 20 Agustus 2009
Mohon Maaf
Pergi ke daik membeli rambutan,rambutan dibawa dgn skoci,,bulan baik bulan ramadhan,mari kita sambut dgn hati yg suci.Dengan hadirnya ramadhan ini,kami sekeluarga memohon maaf lahir batin
Jumat, 17 Juli 2009
akhirnya bisa liburan
Sebenernya terlalu berlebihan jg sich..krn sering jg libur. Dines di akpol emang beda dgn di wilayah. Walaupun tetap siap bekerja 1x24 jam tp klo tarunanya tidur, pesiar, ibl ato cuti ya kita para pengasuh bisa libur bentar ilangin penat.
Libur kali ini emang agak spesial krn udah beberapa minggu kita disuruh ikut siaga 1 juga, ampe taruna jg gak dpt ijin pesiar. Ditambah lg pagi ini ada kejadian ledakan bom di jakarta, tp ibl tetap dilaksanakan jadi ya cukup menyenangkan bagi kita semua di akpol. Tapi ini khusus pengasuh ama taruna lho.
Ok dech ceritanya berlanjut setelah pulang dari liburan ya...
Libur kali ini emang agak spesial krn udah beberapa minggu kita disuruh ikut siaga 1 juga, ampe taruna jg gak dpt ijin pesiar. Ditambah lg pagi ini ada kejadian ledakan bom di jakarta, tp ibl tetap dilaksanakan jadi ya cukup menyenangkan bagi kita semua di akpol. Tapi ini khusus pengasuh ama taruna lho.
Ok dech ceritanya berlanjut setelah pulang dari liburan ya...
Senin, 13 Juli 2009
Doa Untuk Sahabat
Seringkali kita dimintai doa oleh sahabat-sahabat kita. Ada yang berharap agar lulus dari ujian, ingin segera mendapatkan jodoh, dapat membina keluarga sakinah, atau yang lainnya.
Kadang doa itu kita panjatkan dan banyak di antaranya malas atau lupa kita melafazkannya. Kita hanya berujar kepada mereka, “Saya hanya bisa mendoakan kamu.” Tetapi kita tidak benar-benar mendoakannya. Kita hanya bisa menyenangkan hatinya dengan kata-kata yang singkat itu.
Tidakkah kita sadari bahwa, orang-orang yang membutuhkan doa dari kita pasti sangat ingin mendapatkan apa yang diinginkannya itu? Namun seringkali kita tidak menindaklanjuti permintaan itu dengan tengadah tangan menghadap Allah. Ketika akhirnya sahabat kita gagal mendapatkan apa yang diinginkannya, kita hanya bisa mengatakan, “Sabar ya, Insya Allah semua ini ada hikmahnya.” Kita mengatakan itu seolah-olah kita telah membantunya secara maksimal.
Sahabatku, sesungguhnya dengan cara seperti itu kita belum termasuk orang-orang yang membahagiakan sahabat kita. Atau mungkin kita termasuk orang-orang yang iri dan dengki ketika melihat sahabat kita bahagia dan berhasil?
Duhai, betapa celakanya kita disebabkan oleh kedustaan kita. Mulut kita mengatakan, “Saya akan mendoakanmu.” Namun ucapan itu tidak pernah terealisasi nyata. Bukankah hal itu tidak ada bedanya dengan mulut-mulut para pendusta?
Sahabatku, orang yg baik akan mendoakan sahabat-sahabatnya sekalipun tidak diminta. Mereka menyebut satu persatu nama sahabatnya dalam doa-doa panjang mereka. Mereka ingin melihat kebahagiaan sahabatnya di dunia maupun akhirat. Mereka ingin sama-sama masuk surga. Jika mereka melihat sahabatnya bahagia, mereka turut bahagia tanpa ada iri dan dengki di dalamnya. Jika melihat sahabatnya sedih, mereka segera membahagiakannya dan mendoakannya dikeheningan malam dengan linangan airmata, agar Allah memberinya kesabaran dan meringankan beban penderitaannya.
Ketika Allah menurunkan rahmat untuk sahabatnya itu, ia sama sekali tidak mengatakan kesana kemari, “Aku yang mendoakan kamu sehingga kamu begini.” Ia hanya mengatakan, “Alhamdulillah, saya sangat senang melihat engkau kini bahagia.” Ia mengucapkannya dengan setulus hati dan merasakan betapa dekat pertolongan Allah itu.
Wahai sahabatku, sudahkah Anda membahagiakan orangtua Anda, sahabat-sahabat Anda, yang membutuhkan pertolongan Anda, walaupun hanya dengan bait-bait doa yang khusyu dikeheningan malam?
Kadang doa itu kita panjatkan dan banyak di antaranya malas atau lupa kita melafazkannya. Kita hanya berujar kepada mereka, “Saya hanya bisa mendoakan kamu.” Tetapi kita tidak benar-benar mendoakannya. Kita hanya bisa menyenangkan hatinya dengan kata-kata yang singkat itu.
Tidakkah kita sadari bahwa, orang-orang yang membutuhkan doa dari kita pasti sangat ingin mendapatkan apa yang diinginkannya itu? Namun seringkali kita tidak menindaklanjuti permintaan itu dengan tengadah tangan menghadap Allah. Ketika akhirnya sahabat kita gagal mendapatkan apa yang diinginkannya, kita hanya bisa mengatakan, “Sabar ya, Insya Allah semua ini ada hikmahnya.” Kita mengatakan itu seolah-olah kita telah membantunya secara maksimal.
Sahabatku, sesungguhnya dengan cara seperti itu kita belum termasuk orang-orang yang membahagiakan sahabat kita. Atau mungkin kita termasuk orang-orang yang iri dan dengki ketika melihat sahabat kita bahagia dan berhasil?
Duhai, betapa celakanya kita disebabkan oleh kedustaan kita. Mulut kita mengatakan, “Saya akan mendoakanmu.” Namun ucapan itu tidak pernah terealisasi nyata. Bukankah hal itu tidak ada bedanya dengan mulut-mulut para pendusta?
Sahabatku, orang yg baik akan mendoakan sahabat-sahabatnya sekalipun tidak diminta. Mereka menyebut satu persatu nama sahabatnya dalam doa-doa panjang mereka. Mereka ingin melihat kebahagiaan sahabatnya di dunia maupun akhirat. Mereka ingin sama-sama masuk surga. Jika mereka melihat sahabatnya bahagia, mereka turut bahagia tanpa ada iri dan dengki di dalamnya. Jika melihat sahabatnya sedih, mereka segera membahagiakannya dan mendoakannya dikeheningan malam dengan linangan airmata, agar Allah memberinya kesabaran dan meringankan beban penderitaannya.
Ketika Allah menurunkan rahmat untuk sahabatnya itu, ia sama sekali tidak mengatakan kesana kemari, “Aku yang mendoakan kamu sehingga kamu begini.” Ia hanya mengatakan, “Alhamdulillah, saya sangat senang melihat engkau kini bahagia.” Ia mengucapkannya dengan setulus hati dan merasakan betapa dekat pertolongan Allah itu.
Wahai sahabatku, sudahkah Anda membahagiakan orangtua Anda, sahabat-sahabat Anda, yang membutuhkan pertolongan Anda, walaupun hanya dengan bait-bait doa yang khusyu dikeheningan malam?
Senin, 06 Juli 2009
Minggu, 14 Juni 2009
Biaya Pendaftaran
setiap bertemu dengan kawan, keluarga maupun kenalan yang kebetulan salah satu keluarganya ingin mendaftar masuk menjadi anggota polisi, ntah itu secaba, Akpol, PPSS maupun sekarang ada STI selalu saja pertanyaannya adalah "Habis berapa sich biayanya?"
terus terang sebagai anggota polisi saya merasa sedikit tersinggung tapi bila ditelaah lebih lanjut maka ketersinggungan itu berubah menjadi ketersunggingan (he..he..). ya memang harus diakui bahwa jaman dahulu (ntah kapan), budaya suap/uang pelicin itu sudah sering terjadi dan akhirnya berlanjut hingga sekarang walaupun Polri sudah mengumumkan bahwa penerimaan anggota polisi menganut sistem transparan yang artinya smakin sempit peluang penggunaan uang pelicin untuk bisa masuk menjadi anggota polisi.
saya hanya ingin menyampaikan bahwa janganlah kita diperbudak oleh budaya itu. yakinlah klo kita memang bagus pasti akan diterima dan salah satu modalnya adalah persiapkan diri dari sekarang bila memang berniat menjadi anggota polisi (bukan uang lho..). yakinlah bila masyarakatnya bersih maka polisipun akan bersih pula dan yakinlah bila masyarakat tetap menerapkan budaya uang pelicin maka akan ada oknum2 polisi dan yang lainnya yang siap memangsanya.
terus terang sebagai anggota polisi saya merasa sedikit tersinggung tapi bila ditelaah lebih lanjut maka ketersinggungan itu berubah menjadi ketersunggingan (he..he..). ya memang harus diakui bahwa jaman dahulu (ntah kapan), budaya suap/uang pelicin itu sudah sering terjadi dan akhirnya berlanjut hingga sekarang walaupun Polri sudah mengumumkan bahwa penerimaan anggota polisi menganut sistem transparan yang artinya smakin sempit peluang penggunaan uang pelicin untuk bisa masuk menjadi anggota polisi.
saya hanya ingin menyampaikan bahwa janganlah kita diperbudak oleh budaya itu. yakinlah klo kita memang bagus pasti akan diterima dan salah satu modalnya adalah persiapkan diri dari sekarang bila memang berniat menjadi anggota polisi (bukan uang lho..). yakinlah bila masyarakatnya bersih maka polisipun akan bersih pula dan yakinlah bila masyarakat tetap menerapkan budaya uang pelicin maka akan ada oknum2 polisi dan yang lainnya yang siap memangsanya.
Selasa, 09 Juni 2009
Memulai Perjuangan
diluar sana sedang ada perdebatan panjang kapan renumerasi bagi Polri dicairkan/direalisasikan seiring perubahan pola kerja yang mengarah kepada pelayanan terhadap masyarakat. kita berharap renumerasi ini dapat mendongkrak semangat kerja rekan-rekan anggota Polri di seluruh Indonesia. semangat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. namun tetap ada ketakutan renumerasi ini hanya jadi formalitas saja tanpa perubahan perilaku anggota Polri itu sendiri yang diluar sana masih dianggap miring oleh sebagian masyarakat. karena kita harus sadar sebagai manusia punya sisi kelemahan selalu merasa kurang terhadap sesuatu apalagi bicara tentang uang. mudah-mudahan ini tidak terjadi. kalau itu sampai terjadi, sungguh Polisi yang kurang ajar.
didalam sini sedang terjadi peperangan batin, ketegangan yang memuncak untuk memberikan yang terbaik bagi lembaga Akpol. ya, adek2 kita sedang bersiap diri menghadapi pertandingan pertama pekan Piktar menghadapi Akademi TNI. betapa berat tekanan yang kita hadapi disini karena kita tidak berhadapan dengan Akmil saja sebagai tuan rumah tapi sekaligus tiga dengan AAU dan AAL. sepertinya mereka berusaha sekali mengalahkan Akpol walaupun sebenarnya Akpol bukanlah yang terbaik. namun sepertinya Akpol menjadi tolak ukur keberhasilan, bila berhasil mengalahkan Akpol berarti merekalah yang terbaik.
marilah kita mulai perjuangan ini berikan yang terbaik bagi Polri baik itu lewat kerja nyata di lapangan maupun perestasi olah raga di lapangan. bukan hanya sekedar menuntut gaji yang besar atau mendapat pengakuan dari Akademi TNI tapi semata-mata sebagai bukti bahwa kita siap berikan jiwa dan raga ini bagi Polri dan negara ini.
didalam sini sedang terjadi peperangan batin, ketegangan yang memuncak untuk memberikan yang terbaik bagi lembaga Akpol. ya, adek2 kita sedang bersiap diri menghadapi pertandingan pertama pekan Piktar menghadapi Akademi TNI. betapa berat tekanan yang kita hadapi disini karena kita tidak berhadapan dengan Akmil saja sebagai tuan rumah tapi sekaligus tiga dengan AAU dan AAL. sepertinya mereka berusaha sekali mengalahkan Akpol walaupun sebenarnya Akpol bukanlah yang terbaik. namun sepertinya Akpol menjadi tolak ukur keberhasilan, bila berhasil mengalahkan Akpol berarti merekalah yang terbaik.
marilah kita mulai perjuangan ini berikan yang terbaik bagi Polri baik itu lewat kerja nyata di lapangan maupun perestasi olah raga di lapangan. bukan hanya sekedar menuntut gaji yang besar atau mendapat pengakuan dari Akademi TNI tapi semata-mata sebagai bukti bahwa kita siap berikan jiwa dan raga ini bagi Polri dan negara ini.
Jumat, 05 Juni 2009
Perjalanan di Kota Solo
ini mungkin lebih tepat judulnya perjalanan di kota Solo dan kota-kota disekitarnya. berawal mendampingi Taruna melaksanakan kegiatan penelitian sosial di wilayah hukum Poltabes Surakarta, saya mulai menjelajah daerah Karang anyar, Sukoharjo, Klaten dan Boyolali.
tujuannya sich sebenarnya untuk mencari sepatu basket untuk Taruna yang sedang persiapan menghadapi kegiatan Piktar (Pekan Intergrasi Taruna) di Akmil. tapi seperti kata pepatah "sambil menyelam minum air", saya bisa tahu kota-kota yang selama ini serasa "dekat dimata jauh dihati" alias dekat dengan kota Semarang tapi gak pernah saya kunjungi.
jalan-jalan di kota Solo pun sekarang serasa mudah untuk dilalui setelah sempat beberapa kali salah jalan akibat banyaknya jalan-jalan kecil yang sebelumnya saya perkirakan gak bisa dilewati ternyata bisa. pepatah "tak kenal maka tak sayang" memang pas menggambarkan hal ini. sudah 4 hari saya di Solo dan saya merasa sudah cukup kenal dengan suasana kotanya, padat dan rapat, mungkin itu yang bisa saya lihat bila menilai kondisi bangunan-bangunannya. namun demikian saya cukup menikmati suasana kotanya yang saya rasa lebih menyenangkan bila dibandingkan kota Semarang.
tujuannya sich sebenarnya untuk mencari sepatu basket untuk Taruna yang sedang persiapan menghadapi kegiatan Piktar (Pekan Intergrasi Taruna) di Akmil. tapi seperti kata pepatah "sambil menyelam minum air", saya bisa tahu kota-kota yang selama ini serasa "dekat dimata jauh dihati" alias dekat dengan kota Semarang tapi gak pernah saya kunjungi.
jalan-jalan di kota Solo pun sekarang serasa mudah untuk dilalui setelah sempat beberapa kali salah jalan akibat banyaknya jalan-jalan kecil yang sebelumnya saya perkirakan gak bisa dilewati ternyata bisa. pepatah "tak kenal maka tak sayang" memang pas menggambarkan hal ini. sudah 4 hari saya di Solo dan saya merasa sudah cukup kenal dengan suasana kotanya, padat dan rapat, mungkin itu yang bisa saya lihat bila menilai kondisi bangunan-bangunannya. namun demikian saya cukup menikmati suasana kotanya yang saya rasa lebih menyenangkan bila dibandingkan kota Semarang.
Langganan:
Postingan (Atom)
